Rabu, 24 Mei 2017

TPIA, MSKY, TMPO berencana right Issue tahun 2017

- 0 komentar

Beberapa emiten berniat right issue di tahun 2017.  Tercatat emiten TPIA, TMPO dan MSKY berniat right issue untuk memperkuat modal .

Jadwal right issue menunggu persetujuan RUPS dan persetujuan BEI. Ketiga emiten sedang memproses izin right issue tersebut.

[Continue reading...]

Jadwal Right Issue BBYB tahun 2017

- 0 komentar

Emiten PT. Bank Yudha Bakti Tbk. (BBYB) berencana menggelar  penawaran umum terbatas II (PUT II) kepada pemegang sahamnya dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau lebih akrab dengan sebutan right issue II tahun 2017.

Menurut keterangan perseroan bahwa perseroan menawarkan 3.000.000.000 saham dengan harga nominal Rp. 100 sedangkan harga pelaksanaan belum ditentukan. Right issue kali ini setiap 6  saham yang dimiliki investor tanggal 20 Juni 2017 berhak memperoleh 1 HMETD yang melekat 1 saham baru. Setiap 1 saham baru hasil HMETD melekat  waran seri II  total waran 896.485.421 .

Periode perdagangan HMETD diperkirkaan akan dilaksanakan 22 Juni-5 Juli 2017 dan periode perdagangan waran di pasar negosiasi dan reguler 22 Juni 2017- 20 Juni 2019 dan di pasar tunai hingga 21 Juni 2019.

[Continue reading...]

Senin, 22 Mei 2017

BRI Agro Menggelar Right issue 2017

- 0 komentar

BRI Agro (AGRO) akan menggelar right issue  atau penambahan modal dengan HMETD alias Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu 2.515.555.707 saham nominal Rp. 100 dengan harga pelaksanaan Rp. 400,-.


HMETD akan dibagikan kepada anda para pemegang saham perseroan dimana setiap pemilik 10.000 saham perseroan akan memperoleh 1.633 HMETD dimana 1 HMETD dapat digunakan untuk membeli 1 saham baru dengan harga Rp 400  per lembar dengan asumsi seluruh HMETD dilaksanakan maka perseroan akan memperoleh Rp. 1.006.222.282.800,-. Sedangkan waktu pelaksanaannya menunggu persetujuan BEI.


Sebagai informasi harga saham AGRO pada penutupan pasar 22 Mei 2017 adalah
Rp. 765,-.







[Continue reading...]

Analisa PER saham

- 0 komentar

Salah satu analisa yang digunakan investor untuk melihat suatu saham adalah analisa PE Ratio (PER). Analisa PER = price share / earning per share .Atau  PER = P / EPS , Artinya analisa yang digunakan adalah harga saham dibagi pendapatan per saham. Contoh harga saham emiten MYOH adalah 700  sedangkan EPS adalah 100 , maka PER emiten MYOH adalah  700/100 = 7.

Apabila kita ingin mengetahui saham tersebut mahal atau murah dapat kita bandingkan dengan saham emiten sejenis. Contoh apabila kita bandingkan saham emiten MYOH yang merupakan emiten pertambangan dengan emiten BUMI . Misalnya emiten BUMI harga 400 dengan EPS 50  maka PER BUMI adalah 400/50 = 8. Jadi harga emiten MYOH lebih murah daripada BUMI.

Akan tetapi bila kita melihat PER berdasarkan prospek akan berbeda lagi . Jika prospek emiten MYOH tahun 2018 EPS tumbuh 25 % maka EPS MYOH tahun 2018 menjadi 125 sehingga PER menjadi 700/125=5,6.

Sementara saham BUMI  EPS tumbuh 50 % sehingga eps tahun 2018  adalah 75. Maka PER BUMI 400/75=5,3 .

Melihat perbandingan prospek EPS tahun 2018 maka saham BUMI akan lebih murah berdasarkan analisa PER dengan catatan harga saham kedua emiten tetap.

Analisa PER ini bisa menjadi analisa suatu saham. Begini penjelasannya, PER kecil menunjukkan harga saham murah. Murah karena dividen yang dihasilkan besar dibandingkan harga saham. Contoh harga saham emiten A  Rp. 500 sementara EPS Rp. 50 jadi PER 500/50=10. Tetapi jika selama bertahun-tahun PER perusahaan tetap 10 saja maka kurang bagus juga, karena artinya harga sahamnya berarti tidak naik atau EPS yang tidak berkembang. Sebaliknya ada saham yang EPS berkembang tetapi harga saham melonjak pesat sehingga PER menjadi besar. Contoh saham B tahun 2015 harga saham 300 dengan EPS 30 maka PER saham B adalah 300/30=10. Tetapi tahun 2016 harga saham menjadi 500 dan EPS 40 maka PER saham B tahun 2016 menjadi 500/40=12,5. Artinya memang secara PER harga saham B lebih mahal tetapi secara prospek saham ini bagus karena berkembang dan dipercaya publik. Maka semakin besar PER suatu saham maka semakin baik perkembangan perusahaan tersebut.

Tetapi harga saham saat ini ditentukan faktor lain :

1. Kemampuan emiten membagi dividen, biasanya makin royal emiten membagi dividen akan makin diburu investor. Karena keuntungan yang akan didapat dan tingkat likuid sahamnya akan lebih baik. Ini beralasan karena buat apa kita invest uang kita tanpa memperoleh apapun . Dividen tak kita dapat, harga saham membatu alias susah naik dan celakanya jika perusahaan goyah malah kita dapat apes penurunan harga. Perlu pikir panjang investasi di saham seperti ini. Apakah ada saham seperti ini? Jawabnya ada.

2. Emiten BUMN harga sahamnya lebih stabil walaupun kadangkala masih merugi. Mungkin karena emiten plat merah maka investor yakin dan merasa nyaman. Lihatlah pergerakan saham INAF. Walaupun saham masih merugi tetapi kepercayaan investor tinggi melihat prospek nisnisnya.

3. Perilaku "bandar"  yang suka mempermainkan saham. Di bursa kita masih ada investor yang bersifat trader yang mencari keuntungan dalam waktu singkat, sehingga kadang bisa mempermainkan harga saham untuk mencari keuntungan.

Jadi selamat berinvestasi.

[Continue reading...]

Kamis, 09 Februari 2017

Daftar Saham Indeks LQ-45 Periode Februari-Juli 2017

- 0 komentar

Daftar Emiten LQ-45 Periode Februari-Juli 2017


AALI Astra Agro Lestari Tbk

ADHI Adhi Karya (Persero) Tbk

ADRO Adaro Energy Tbk

AKRA AKR Corporindo Tbk

ANTM Aneka Tambang (Persero) Tbk

ASII Astra International Tbk

ASRI Alam Sutera Realty Tbk

BBCA Bank Central Asia Tbk

BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk

EXCL. XL Axiata Tbk(*

BSDE Bumi Serpong Damai Tbk

CPIN Charoen Pokphand Indonesia Tbk

GGRM Gudang Garam Tbk

HMSP Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk

ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

INCO Vale Indonesia Tbk

INDF Indofood Sukses Makmur Tbk

INTP Indocement Tunggal Prakasa Tbk

JSMR Jasa Marga (Persero) Tbk

KLBF Kalbe Farma Tbk

LPKR Lippo Karawaci Tbk

LPPF Matahari Department Store Tbk

LSIP PP London Sumatera Indonesia Tbk

MNCN Media Nusantara Citra Tbk

BUMI Bumi Resources Tbk(*

MYRX Hanson International Tbk

PGAS Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk

PTBA Bukit Asam (Persero) Tbk

PTPP Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk

PWON Pakuwon Jati Tbk

SCMA Surya Citra Media Tbk

PPRO PT. PP Property Tbk(*

SMGR Semen Indonesia (Persero) Tbk

SMRA Summarecon Agung Tbk

SRIL Sri Rejeki Isman Tbk

SSMS Sawit Sumbermas Sarana Tbk

TBIG Tower Bersama Infrastructure Tbk

TLKM Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk

UNTR United Tractors Tbk

UNVR Unilever Indonesia Tbk

WIKA Wijaya Karya (Persero) Tbk

WSKT Waskita Karya (Persero) Tbk


* yang baru masuk indeks LQ-45 PPRO, EXCL, BUMI

Yang dikeluarkan dari indeks LQ-45 BMTR, SILO,MPPA

[Continue reading...]

Selasa, 31 Januari 2017

Jadwal Pembagian Dividen BJTM

- 0 komentar

Emiten anggota BEI telah menggelar RUPS tanggal 31 Januari 2017.  Emiten ini mencetak laba bersih 1,03 triliun pada tahun 2016.

Salah satu keputusan RUPS adalah pembagian dividen yang diperkirakan berjumlah Rp. 43,64 per lembar saham dan akan cum date tanggal 8 Pebruari 2017.  Angka dividen ini nyaris sama dengan dividen tahun 2016 yang berjumlah Rp. 43 perlembar saham.

[Continue reading...]

Jumat, 27 Januari 2017

Keuntungan-Keuntungan Investasi Saham

- 1 komentar

Sebagai investor saham kita pasti mencari-cari keuntungan . Keuntungan yang bisa kita dapat ada beberapa hal antara lain:

1. Mempunyai hak andil dalam sebuah perusahaan yang kita pegang sahamnya. Jika kita memegang saham 1 lot memang kita memiliki sedikit hak kekuasaan, tetapi jika kita memiliki 1 juta lot maka kita tentu akan memiliki kewenangan yang berbeda. Bahkan jika kita memiliki hak mayoritas mungkin kita bisa menduduki tempat sebagai dewan direktur.

2. Memperoleh keuntungan dari pembagian dividen perusahaan jika perusahaan memperoleh keuntungan. Memang besarnya dividen yang dibagikan berbeda sesuai besaran laba yang diperoleh.  Idealnya dividen yag diperoleh investor minimal diatas nilai inflasi tahunan atau diatas suku bunga deposito. Jika ada perusahaan yang tidak membagikan dividen walaupun memperoleh laba tentu jadi kurang menguntungkan bagi investor. Sehingga lebih menguntungkan menyimpan uang dalam bentuk deposito ketimbang investasi saham. Kecuali ada pertimbangkan lain yang memberikan keuntungan dalam bentuk kekuasaan di perusahaan tersebut atau memperoleh keuntungan dari selisih kenaikan harga saham saat pertama kita investasi sampai saat ini besar. Contoh saat kita investasi saham A harga 250 tetapi kini harga saham A menjadi 750 dalam waktu 1 tahun , jadi investor memperoleh selisih kenaikan saham 200 % walau tanpa memperoleh dividen.

3. Memperoleh keuntungan kenaikan selisih harga saham. Investasi saham memang beresiko tinggi , tetapi nilai keuntungannya juga bisa tinggi. Selain memperoleh dividen dan hak suara dalam perusahaan emiten yang kita investasi, kita juga dapat memperoleh keuntungan dari selisih harga saat kita membeli suatu saham sampai kita menjualnya. Contoh kita membeli saham B seharga 500 dan setahun kemudian kita menjual Saham B seharga 600. Selisih harga 600 - 500 =100. Berarti keuntungan kita 100 : 500 = 20%. Jadi keuntungan yang kita peroleh dari selisih harga saat beli dengan harga saat menjualnya adalah 20 %.

Jadi itulah beberapa hal yang kita dapat dari investasi saham. Uraian diatas hanya sebatas ilustrasi belaka. Jadi keuntungan yang didapat bisa lebih kecil atau lebih besar. Semoga bermanfaat dan selamat berinvestasi.


[Continue reading...]
 
Copyright © . Seputar Bisnis Online dan Saham - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger