Senin, 22 Mei 2017

Analisa PER saham

Salah satu analisa yang digunakan investor untuk melihat suatu saham adalah analisa PE Ratio (PER). Analisa PER = price share / earning per share .Atau  PER = P / EPS , Artinya analisa yang digunakan adalah harga saham dibagi pendapatan per saham. Contoh harga saham emiten MYOH adalah 700  sedangkan EPS adalah 100 , maka PER emiten MYOH adalah  700/100 = 7.

Apabila kita ingin mengetahui saham tersebut mahal atau murah dapat kita bandingkan dengan saham emiten sejenis. Contoh apabila kita bandingkan saham emiten MYOH yang merupakan emiten pertambangan dengan emiten BUMI . Misalnya emiten BUMI harga 400 dengan EPS 50  maka PER BUMI adalah 400/50 = 8. Jadi harga emiten MYOH lebih murah daripada BUMI.

Akan tetapi bila kita melihat PER berdasarkan prospek akan berbeda lagi . Jika prospek emiten MYOH tahun 2018 EPS tumbuh 25 % maka EPS MYOH tahun 2018 menjadi 125 sehingga PER menjadi 700/125=5,6.

Sementara saham BUMI  EPS tumbuh 50 % sehingga eps tahun 2018  adalah 75. Maka PER BUMI 400/75=5,3 .

Melihat perbandingan prospek EPS tahun 2018 maka saham BUMI akan lebih murah berdasarkan analisa PER dengan catatan harga saham kedua emiten tetap.

Analisa PER ini bisa menjadi analisa suatu saham. Begini penjelasannya, PER kecil menunjukkan harga saham murah. Murah karena dividen yang dihasilkan besar dibandingkan harga saham. Contoh harga saham emiten A  Rp. 500 sementara EPS Rp. 50 jadi PER 500/50=10. Tetapi jika selama bertahun-tahun PER perusahaan tetap 10 saja maka kurang bagus juga, karena artinya harga sahamnya berarti tidak naik atau EPS yang tidak berkembang. Sebaliknya ada saham yang EPS berkembang tetapi harga saham melonjak pesat sehingga PER menjadi besar. Contoh saham B tahun 2015 harga saham 300 dengan EPS 30 maka PER saham B adalah 300/30=10. Tetapi tahun 2016 harga saham menjadi 500 dan EPS 40 maka PER saham B tahun 2016 menjadi 500/40=12,5. Artinya memang secara PER harga saham B lebih mahal tetapi secara prospek saham ini bagus karena berkembang dan dipercaya publik. Maka semakin besar PER suatu saham maka semakin baik perkembangan perusahaan tersebut.

Tetapi harga saham saat ini ditentukan faktor lain :

1. Kemampuan emiten membagi dividen, biasanya makin royal emiten membagi dividen akan makin diburu investor. Karena keuntungan yang akan didapat dan tingkat likuid sahamnya akan lebih baik. Ini beralasan karena buat apa kita invest uang kita tanpa memperoleh apapun . Dividen tak kita dapat, harga saham membatu alias susah naik dan celakanya jika perusahaan goyah malah kita dapat apes penurunan harga. Perlu pikir panjang investasi di saham seperti ini. Apakah ada saham seperti ini? Jawabnya ada.

2. Emiten BUMN harga sahamnya lebih stabil walaupun kadangkala masih merugi. Mungkin karena emiten plat merah maka investor yakin dan merasa nyaman. Lihatlah pergerakan saham INAF. Walaupun saham masih merugi tetapi kepercayaan investor tinggi melihat prospek nisnisnya.

3. Perilaku "bandar"  yang suka mempermainkan saham. Di bursa kita masih ada investor yang bersifat trader yang mencari keuntungan dalam waktu singkat, sehingga kadang bisa mempermainkan harga saham untuk mencari keuntungan.

Jadi selamat berinvestasi.

0 komentar :

Posting Komentar

 
Copyright © . Seputar Bisnis Online dan Saham - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger